4 elemen marketing politik

Tabel4.1: Perbedaan Transaction Marketing dan Pemasaran Relasional : Kriteria Diferensiasi Transaction Marketing Pemasaran Relasional Pandangan dunia (world-view) Mengelola portofolio produk perusahaan, menetapkan dan memodifikasi parameter-parameter bauran pemasara guna mencapai konfigurasi 4 P yang optimal Mengelola portofolio pelanggan Eksternalitas dimana terjadi dalam kasus dimana “pasar tidak dibawa kedalam akun dari akibat aktifitas ekonomi didalam orang luar/asing.”. Ada eksternalitas positif dan eksternalitas negatif. Eksternalitas positif terjadi dalam kasus seperti dimana program kesehatan keluarga di televisi meningkatkan kesehatan publik. BentukKomunikasi Nonverbal. Bentuk-bentuk komunikasi nonverbal terdiri dari tujuh macam yaitu: 1. Komunikasi visual. Komunikasi visual merupakan salah satu bentuk komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan berupa gambar-gambar, grafik-grafik, lambang-lambang, atau simbol-simbol. Dengan menggunakan gambar-gambar yang relevan, Exhibit4.3 Bezos Jeff Bezos’ digital commerce strategy has led the firm to become the leader of retail commerce, and forced traditional retailers like Toys R Us to close their operations, and retailers like Walmart, Target, and Sears to reassess their business environment. Amazon’s digital strategy uses Prime memberships that are supplied and supported by land-based distribution ElemenPenting Perkerasan Jalan Lentur. 1:57 PM. Latest Posts. The aim of marketing is to know and understand the customer so well the product or service fits him and sells itself. Peter Drucker. Sosial Politik (129) Teknologi (36) Wisata (72) Subscribe. Get email notifications. Vrai Site De Rencontre 100 Gratuit. Pemasaran politik atau political marketing adalah serangkaian aktivitas terencana, strategis dan taktis dalam menyebarkan makna politik kepada pemilih untuk mensukseskan kandidat atau partai politik dengan segala aktivitas politiknya yang dilakukan dengan metode atau pendekatan marketing dalam menghadapi persaingan dan memperebutkan pasar market melalui saluran-saluran komunikasi tertentu dengan tujuan mengubah wawasan, pengetahuan, sikap dan perilaku calon pemilih secara efektif dan pendekatan marketing dalam dunia politik yang dikenal dengan istilah marketing politik political marketing memberikan inspirasi tentang cara seorang kandidat dalam membuat produk berupa isu dan program kerja berdasarkan permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat. Marketing politik bukanlah konsep untuk menjual partai politik, namun sebuah konsep yang menawarkan bagaimana sebuah partai politik atau kontestan bisa membuat program yang berhubungan dengan permasalahan aktual. Marketing politik adalah konsep permanen yang harus dilakukan terus menerus oleh kandidat dalam membangun kepercayaan melalui proses jangka marketing politik muncul sebagai suatu pendekatan baru dalam ilmu politik yang mampu menjawab kebutuhan strategi yang dapat menghasilkan kemenangan dalam pemilu. Dalam iklim politik yang penuh dengan persaingan terbuka dan transparan, kontestan memerlukan suatu metode yang dapat memfasilitasi mereka dalam memasarkan inisiatif politik, gagasan politik, isu politik, ideologi, karakteristik calon, serta program kerja pada definisi dan pengertian pemasaran politik atau political marketing dari beberapa sumber buku Andrias dan Nurohman 2013, pemasaran politik adalah serangkaian aktivitas terencana, strategis tapi juga taktis, berdimensi jangka panjang dan jangka pendek, untuk menyebarkan makna politik kepada pemilih. Menurut Firmanzah 2012, pemasaran politik adalah penggunaan pendekatan dan metode marketing untuk membantu politikus ataupun partai politik agar lebih efisien serta efektif dalam membangun hubungan dua arah dengan konstituen dan masyarakat. Menurut Haroen 2014, pemasaran politik adalah penerapan konsep dan metode marketing ke dalam dunia politik. Marketing diperlukan untuk menghadapi persaingan dalam memperebutkan pasar market, yang dalam hal ini adalah para pemilih. Menurut Cangara 2009, pemasaran politik adalah penyebarluasan informasi tentang kandidat, partai, dan program yang dilakukan oleh aktor-aktor politik komunikator melalui saluran-saluran komunikasi tertentu yang ditujukan kepada segmen sasaran tertentu dengan tujuan mengubah wawasan, pengetahuan, sikap, dan perilaku para calon pemilih sesuai dengan keinginan pemberi Kotler 1999, pemasaran politik adalah suatu penggiatan pemasaran untuk mensukseskan kandidat atau partai politik dengan segala aktivitas politiknya melalui kampanye program pembangunan perekonomian atau kepedulian Pemasaran Politik Menurut Firmanzah 2012, sama seperti pemasaran pada umumnya, marketing politik juga memiliki empat bauran pemasaran yang dikenal dengan istilah 4P, yaitu produk product, promosi promotion, harga price dan penempatan place. Adapun penjelasan ke empat bauran pemasaran politik tersebut adalah sebagai berikuta. Product Produk Produk product yang ditawarkan institusi politik merupakan sesuatu yang kompleks, dimana pemilih akan menikmatinya setelah sebuah partai arau seorang kandidat terpilih. Produk berarti partai, kandidat, dan gagasan-gagasan partai yang akan disampaikan kepada konstituen. Produk ini berisi konsep, identitas ideologi, baik dimasa lalu maupun sekarang yang berkontribusi dalam pembentukan sebuah produk utama sebuah institusi politik adalah platform partai yang berisikan konsep, identitas ideologi, dan program kerja sebuah institusi. Selain itu, apa yang telah dilakukan partai politik di masa lalu berkontribusi dalam pembentukan sebuah produk politik. Akhirnya, karakteristik atau ciri seorang pemimpin atau kandidat memberikan citra, simbol, dan kredibilitas sebuah produk politik political product.Tiga dimensi penting yang harus dipahami dari sebuah produk politik adalah 1 person/ party/ideology pribadi/partai/ideologi, 2 loyalty kesetiaan, dan 3 mutability bisa berubah-ubah. Seorang kandidat, partai politik dan ideologi partai adalah identitas sebuah institusi politik yang ditawarkan ke pemilih. Para pemilih akan mempertimbangkan mana yang mewakili suara mereka. Loyalitas pemilih adalah sesuatu yang ingin dicapai oleh sebuah institusi politik. Kandidat perlu menjaga kepercayaan pemilih agar pemilih tetap memberikan suaranya. Mutability atau berubah-ubah, berkaitan dengan persepsi pemilih terhadap kandidat. Produk-produk politik inilah yang merupakan modal utama kandidat dalam yang harus dikembangkan dan dijaga agar masyarakat dapat memilih mereka sebagai wakil dari suara Promotion Promosi Promosi promotion adalah upaya periklanan, kehumasan, dan promosi untuk sebuah partai yang dibaurkan sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam melakukan promosi produk yang mereka punya, partai politik biasanya menggunakan media massa. Media massa seperti televisi, baliho, selebaran, spanduk atau surat kabar menjadi sarana yang paling tepat untuk mempromosikan produk politik. Selain itu, promosi juga bisa dilakukan melalui pengarahan massa dalam jumlah besar untuk menghadiri sebuah pawai atau temu kader. Selain ingin tetap menjaga antara institusi politik dengan masanya, kesempatan macam ini akan diliput oleh media massa sehingga tidak bisa langsung dilihat sebagai media Price Harga Harga price, mencakup banyak hal, mulai dari ekonomi, psikologis, sampai citra nasional. Harga ekonomi mencakup semua biaya yang dikeluarkan partai selama periode kampanye. Harga psikologis mengacu pada harga persepsi psikologis misalnya, pemilih merasa nyaman dengan latar belakang etnis, agama, pendidikan dan lain-lain. Sedangkan harga citra nasional berkaitan dengan apakah pemilih merasa kandidat tersebut dapat memberikan citra positif dan dapat menjadi kebanggaan Place Penempatan Penempatan place berkaitan erat dengan cara hadir atau distribusi sebuah partai dan kemampuannya dalam berkomunikasi dengan para pemilih. Ini berarti sebuah partai harus dapat memetakan struktur serta karakteristik masyarakat baik itu geografis maupun demografis. Partai politik dan kandidat presiden dan kepala daerah mendistribusikan pesan dengan cara kunjungan ke daerah-daerah tertentu dan juga tempat-tempat seperti pasar tradisional. Berbeda dengan kandidat kepala desa, dikarenakan mereka telah berada pada wilayah yang sama dengan pemilih maka distribusi pesan dilakukan dengan cara kunjungan langsung kerumah warga-warga yang merupakan pendukung STP Segmentasi, Targeting dan Positioning dalam Pemasaran Politik Pendakatan marketing muncul sebagai suatu pendekatan baru dalam ilmu politik yang mampu menjawab kebutuhan strategi yang dapat menghasilkan kemenangan dalam pemilu. Secara ideal teori marketing politik yang paling sesuai dengan proses sukses pada pemilu adalah berdasarkan konsep pendekatan marketing politik adalah proses yang menawarkan kepada para politisi untuk dapat mengefektifkan penyusunan produk politik, segmentasi politik, positioning politik, komunikasi politik, dan kampanye politik. Menurut Firmanzah 2012, strategi segmentasi, targeting, dan positioning politik dilakukan dengan cara sebagai berikut a. Segmentasi Politik Segmentasi merupakan proses pengelompokan yang menghasilkan kelompok berisi individu-individu yang dihasilkan disebut sebagai segmen. Segmentasi sangat diperlukan untuk menyusun program kerja partai, terutama cara berkomunikasi dan membangun interaksi dengan masyarakat. Tanpa segmentasi, partai politik akan kesulitan dalam penyusunan pesan politik, program kerja, kampanye politik, sosialisasi, dan produk pasar sangat tergantung pada segmentasi yang merupakan aktivitas seperti deteksi, evaluasi dan pemilihan kelompok yang memiliki kesamaan karakteristik sehingga memungkinkan untuk mendesain suatu strategi yang sesuai dengan karakteristik tersebut. Dalam segmentasi, masyarakat akan diidentifikasi dan dikelompokkan berdasarkan karakteristik tertentu. Kompleksitas dan kerumitan struktur masyarakat dicoba disederhanakan melalui identifikasi setiap kelompok yang menjadi penyusun utama suatu segmentasi perlu dilakukan untuk memudahkan partai politik ataupun individu menganalisis perilaku masyarakat, mengingat masyarakat terdiri dari berbagai kelompok yang memiliki latar belakang dan karakteristik yang berbeda. Masing-masing membutuhkan pendekatan yang berdeda satu dengan yang lainnya. Partai politik ataupun individu harus memahami dengan siapa mereka Targeting Politik Dalam targeting, yang pertama kali dilakukan adalah membuat standard dan acuan pengukuran masing-masing segmen politik. Standar yang digunakan sebagai acuan yaitu menggunakan jumlah dan besaran pemilih, jadi wilayah mana yang penduduknya penuh dengan pemilih atau populasi yang banyak, karena merekalah penyumbang suara terbanyak pada saat pemilihan umum. Tidak hanya wilayah dengan populasi terbanyak saja yang dijadikan sebagai targeting oleh partai politik, targeting juga bisa dilakukan di wilayah yang memiliki banyak tokoh penting bagi masyarakatnya, karena dengan hal itu partai politik bisa membuka opini publik agar dapat memperoleh suara banyak. Meskipun jumlah kelompok masyarakat tersebut tidak memiliki besaran yang signifikan, pengaruh mereka dalam membentuk opini publik sangat Positioning Politik Positioning dalam marketing politik adalah semua aktivitas untuk menanamkan kesan di benak para konsumen agar mereka bias membedakan produk dan jasa yang dihasilkan oleh organisasi bersangkutan. Dalam positioning, atribut produk dan jasa yang dihasilkan akan terekam dalam bentuk image yang terdapat dalam sistem kognitif konsumen. Dengan demikian, pemilih akan lebih mudah untuk membedakan produk dan jasa yang dihasilkan oleh calon kandidat. Konsepnya, semakin tinggi image yang ditanamkan kepada pemilih, maka semakin mudah pemilih mengingat kandidat atau partai tersebut. Image politik itu terdiri dari program kerja partai, isu politik dan image pemimpin partai. Dalam hal ini positioning tidak dapat dilakukan dalam jangka pendek melainkan dilakukan dalam waktu jangka panjang. Hal ini dikarenakan menempatkan image dan kesan positif dalam benak masyarakat membutuhkan konsistensi dalam jangka waktu yang Kampanye dalam Pemasaran Politik Menurut Nursal 2004, terdapat tiga strategi mengkampanyekan political marketing yaitu; pemasaran produk politik secara langsung kepada calon pemilih push political marketing , pemasaran produk politik melalui media massa pull political marketing dan melalui kelompok, tokoh atau organisasi yang berpengaruh pass political marketing. Adapun penjelasan ketiga strategi tersebut adalah sebagai berikuta. Pemasaran Langsung Kepada Calon Pemilih Push Political Marketing Push Political Marketing merupakan pemasaran produk politik secara langsung ke calon pemilih. Strategi ini lebih berfokus pada isu-isu yang penting bagi para electorate dan bukan hanya menjual kandidat atau partai sebagai sebuah komunitas. Pesan komunikasi pada strategi ini bisa disampaikan secara langsung oleh kandidat atau partai, tapi bisa juga melalui relawan yang datang membagikan brosur, flyer, sticker dan sebagainya. Relawan inilah yang bertugas untuk mengumpulkan data yang berupa persepsi electorate, mengukur pengaruh pesan dan mencatat perubahan dalam sikap dan perilaku electorate. Dalam pemilihan tingkat nasional, strategi ini adalah hal yang paling sulit dilakukan mengingat membutuhkan banyak tenaga dan biaya. Namun untuk pemilihan lokal cara ini cukup mudah untuk Pemasaran Melalui Media Massa Pull Political Marketing Pull Political Marketing adalah strategi yang paling banyak digunakan oleh partai dan kandidat. Penyampaian pesan strategi ini dilakukan melalui media massa baik elektronik, cetak, luar ruang, mobile dan internet. Strategi ini mempunyai kelebihan dapat membombardir pesan kepada khalayak, namun kurang dapat terukur efektivitas-nya. Karena membutuhkan biaya yang sangat besar, strategi ini biasanya dilakukan oleh partai atau kandidat kaya atau mempunyai dana kampanye yang Pemasaran Melalui Tokoh, Kelompok atau Organisasi Berpengaruh Pass Political Marketing Strategi yang terakhir adalah pass political marketing, strategi ini penyampaian pesan dilakukan melalui individu, kelompok atau organisasi yang mempunyai pengaruh. Strategi ini memerlukan kehati-hatian dalam melakukannya karena jika terjadi kesalahan maka akan berakibat fatal pesan komunikasi tidak akan diterima bahkan ditolak. Cara-cara pendekatan dan lobbying pada strategi ini perlu disesuaikan dengan tipe-tipe individu, kelompok dan organisasinya. Tidak bisa satu transaksi digunakan untuk PustakaAndrias, dan Nurohman, Taufik. 2013. Partai Politik dan Pemilukada Analisis Marketing Politik dan Strategi Positioning Partai Politik Pada Pilkada Kabupaten Tasikmalaya. Tasikmalaya Universitas 2012. Marketing Politik. Jakarta Pustaka Obor Dewi. 2014. Personal Branding Kunci Kesuksesan di Dunia Politik. Jakarta Gramedia Pustaka Hafied. 2009. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta Raja Grafindo Philip. 1999. Marketing. Jakarta Adman. 2004. Political Marketing Strategi Menenangkan Pemilu, Sebuah Pendekatan Baru Kampanye Pemilihan DPD, DPRD. Jakarta Gramedia Pustaka Utama. O mundo digital revolucionou a maneira com a qual se faz marketing político. Se, antes, os recursos eram basicamente voltados a outdoors, santinhos, horário político na TV e comícios, hoje, há muitas outras ferramentas disponíveis. Nessa nova era, as campanhas vão muito além do período de eleições e passam a manter um relacionamento duradouro com a sociedade. Esse, certamente, é um passo importante rumo à nova realidade do marketing político tanto no Brasil, quanto no mundo. A maneira com a qual políticos e partidos lidam com o público se reinventa, aproximando-os e engajando pessoas e instituições. Se você deseja saber mais sobre esse assunto, chegou ao lugar certo. Ao longo deste texto, vou falar tudo que você precisa saber sobre estratégias de marketing político e mostrarei alguns exemplos de sucesso. Boa leitura! Marketing político é um conjunto de atividades que visam trazer uma percepção positiva e gerar relacionamentos entre eleitores e organizações, pessoas públicas ou projetos. Ou seja, uma maneira de aproximar o cidadão comum e conquistar o apoio de comunidades em prol de ideias ou agentes. Naturalmente, ele se intensifica durante as eleições. No entanto, campanhas recentes nos mostram que a melhor maneira de manter as conexões com os eleitores é fazer isso de forma permanente. Posicionar-se, responder dúvidas, interagir. Atividades que outrora eram realizadas pessoalmente, hoje, são cotidianas. Isso porque a internet modificou os hábitos e costumes do eleitor. Como consequência, as ações de marketing político precisaram inovar. O resultado é um novo panorama, no qual temos um cidadão mais consciente e participativo. Você, provavelmente, lembra quando, antigamente, aguardava os debates entre candidatos na televisão e rádio para conhecê-los e avaliar suas propostas. Ou quando o horário eleitoral fazia com que a decisão fosse tomada, muitas vezes, por alguns segundos de fala do candidato. Atualmente, esse relacionamento se inicia muito antes, principalmente por meio de canais digitais. E-mail marketing, sites e blogs, portais de noticias. Mas, principalmente, nas redes sociais. Na Grécia Antiga, as pessoas se reuniam nas praças públicas para debater política. Hoje em dia, esse local foi transferido para o ambiente digital, onde todos os dias há diálogos e debates de ideias. Quais são os objetivos do marketing político? Os objetivos do marketing político são variáveis, mas existem alguns principais. O primeiro que nos vem à mente é a candidatura a um cargo público. Prefeitos, vereadores, deputados, senadores e presidentes. Nessa situação, o foco é a imagem do candidato. Suas ideias, postura e os relacionamentos construídos são muito importantes para aquisição de votos. Outra ocasião é a reputação de partidos políticos. Afinal, são organizações como qualquer outra, e uma percepção positiva auxilia na hora de adquirir seguidores. Também pensamos em marketing político quando falamos sobre projetos, principalmente os sociais. Campanhas de vacinação do Ministério da Saúde, projetos como Bolsa Família e FIES, atividades culturais. No Brasil, popularizou-se muito a utilização do marketing político também para protestos. Em resumo, o marketing político oferece um vasto leque de oportunidades para alcançar o apoio popular. Sem se esquecer, é claro, que é preciso se diferenciar dos concorrentes na corrida pela sustentação da opinião popular. Qual a diferença entre marketing político e marketing eleitoral? Apesar de muitas vezes associados, existem diferenças entre o marketing político e o marketing eleitoral. De maneira sintética, o primeiro tem a função de estabelecer conexões duradouras. Já o segundo é a intensificação do marketing político na época das eleições. Nesse caso, as campanhas são estabelecidas, tendo em vista aumentar as chances de conquistar um cargo público. Quais as principais estratégias do marketing político? Desenvolver estratégias de marketing político não é uma tarefa fácil. Como dito, na era digital, temos uma nova realidade. As pessoas estão muito mais antenadas no que ocorre com a vida pública. Por isso, se destacam aqueles que se preocupam com a imagem durante todo o mandato ou enquanto se preocupa com a vida política. A seguir, conheça algumas práticas recomendadas para estabelecer uma boa imagem de políticos, organizações e ações. 1. Desenvolver uma marca política Uma marca não diz respeito somente a logotipos e cores. Apesar de sua inegável relação com a identidade visual, existe muito mais por trás de uma marca política. Manter uma boa reputação, principalmente por meio da marca pessoal, se faz essencial nos dias de hoje. Em resumo, ela trata de tudo que influencia na ótica das pessoas, como elas percebem o objeto, seja ele uma pessoa, um projeto ou uma instituição. 2. Construir uma comunidade Acredite, o apoio das pessoas é muito importante no marketing político. Não apenas na hora do voto, mas ao espalhar uma boa imagem com relação ao candidato. Por isso, a criação de comunidades é um valioso elemento para criar debates e fortalecer as ideias. As mídias sociais são canais poderosos. Se você engajá-las por lá, provavelmente, terá um bom índice de compartilhamentos e interações. 3. Investir em conteúdo O marketing de conteúdo é a estratégia do momento. Existem diversos formatos, mas no marketing político destacam-se os textos, imagens e vídeos, que facilitam o acesso do eleitorado. O conteúdo é uma maneira simples de espalhar ideias e mostrar quais são os objetivos da campanha. Portanto, é um recurso que não deve ser negligenciado. 4. Marcar presença nas redes sociais As redes sociais são locais de interação. E é por meio delas que a reputação se espalha. Uma coisa é certa quer você queira, quer não, as pessoas falarão sobre você nessas plataformas. Por isso, é recomendado que você faça parte e gerencie a sua imagem política em tais locais. Como fazer uma campanha de Marketing Político? Existem muitas dúvidas a respeito de como fazer uma campanha de marketing político. Sendo assim, confira a seguir alguns passos essenciais para realizar a ação. Crie sua identidade A criação de uma identidade visual faz parte de toda e qualquer campanha de marketing. No ramo político, não é diferente. Cores, logotipos e, no caso de pessoas, rosto, alcunha e assinatura fazem parte de outras peças de divulgação. Faça contato com a população Na esfera política, quanto mais contato, melhor. Por isso, sempre que possível, interaja com as pessoas, ouça seus problemas e ouça suas propostas. Marque presença em eventos Eventos são ótimas oportunidades para mostrar o rosto e divulgar ideias. Esse é o momento para otimizar o contato pessoal e encontrar um grande número de votantes. Peça feedback Saber ouvir é um dos pré-requisitos para o sucesso na vida pública. Por isso, escute o que seus eleitores têm a dizer e descubra quais são as principais solicitações da comunidade. Invista no marketing político direto O marketing direto não perdeu sua força. Principalmente no meio político, é preciso dizer. Ainda que o digital seja um excelente complemento, os famosos flyers, outdoors, banners, carros de som e comerciais ainda têm seu espaço. Utilize as redes sociais As redes sociais são praças de interação online. Por isso, utilize-as a seu favor para interagir com o público. Quais redes sociais podem ser utilizadas? As redes sociais são um fenômeno atual. Ali é onde as pessoas se reúnem para debater todos os tipos de assunto, inclusive a política. Assim, aplicá-las em campanhas de marketing político deixa de ser uma opção para ser obrigatório. A seguir, saiba como cada uma delas pode ajudá-lo nessa empreitada. Facebook O Facebook é a rede social com o maior número de usuários inscritos. É a plataforma mais adequada para interações com o público, já que permite diferentes tipos de interações e reações. Aqui há também os grupos, onde pessoas com ideais semelhantes se reúnem, um grande achado para debater e divulgar propostas. Twitter O Twitter é também conhecido como microblog. Isso porque seus posts são mais sucintos. Por outro lado, geralmente têm um alcance maior, já que os usuários acessam a um maior número de posts. Por conta disso, várias personalidades políticas dão preferência à ferramenta em suas campanhas. Instagram Um dos aplicativos mais utilizados no mundo, o Instagram é bastante versátil. Ele tem como foco o conteúdo em imagem e vídeo, além de apresentar o formato engajador conhecido como Stories. A grande força dessa plataforma é o tempo que os usuários permanecem conectados. LinkedIn Rede social voltada a conexões profissionais, o LinkedIn pode agregar muito com um público qualificado. Esse é um local para falar sobre negócios, o que está diretamente relacionado às ações governamentais. Então, aproveite o espaço e interaja com pessoas que terão interesse em suas propostas. Como fazer marketing político digital? O marketing político digital é a tendência a partir da era virtual. Sem ele, dificilmente, pessoas e organizações conseguem alcançar o povo. Afinal, é o principal canal de informação utilizado pela maioria das pessoas. A seguir, saiba como utilizá-lo. Divulgue suas ações Existem diversos canais digitais por meio dos quais você pode dialogar com o público. Alguns dos principais são as redes sociais, blogs, sites, e-mail marketing e links patrocinados. Enquetes e questionários Os meios digitais permitem a formulação de pesquisas em um piscar de olhos. Esse é um ótimo recurso que pode ser aplicado em diversas plataformas. Ou seja, uma maneira de coletar feedback e de melhorar ainda mais as suas campanhas. Posicionamento em relação a assuntos populares A internet é o local onde as notícias se espalham. Por isso, se posicionar diante de assuntos e tendências é uma ótima ideia para se engajar com o povo e apresentar propostas. Interação com os usuários Quando você interage com o público, está construindo uma boa imagem. Assim sendo, não se esqueça de utilizar os canais digitais para se relacionar. Slogans e frases de impactos Slogans e frases são extremamente impactantes. Esse é um ótimo meio para enviar mensagens em poucas palavras. Lives As lives ou vídeos ao vivo permitem o contato direto com o público que acessa a internet. Funcionam como um comício, mas online. Nele, é possível interagir com o público e responder perguntas. E-mail marketing e SMS Ferramentas de cunho pessoal como o e-mail e o SMS são excelentes na hora de enviar mensagens massivas. Em poucos cliques, você pode alcançar uma grande base de usuários. Mas lembre-se não compre listas prontas e utilize o recurso somente mediante a autorização do eleitor. WhatsApp Ferramenta semelhante às citadas anteriormente, trata-se do aplicativo de comunicação mais usado no Brasil. Por meio dele, é possível enviar listas de transmissões com conteúdo personalizado. Automatize suas campanhas A grande vantagem do marketing digital é justamente a possibilidade de automatizar campanhas. Deixe que os robôs façam boa parte do trabalho, enviando mensagens, recolhendo feedbacks e poupando tempo. Plano de campanha de marketing político digital Passo a Passo Agora, vamos observar um passo a passo para criar um plano de campanha de marketing político digital. 1. Monte uma equipe qualificada A sua equipe não precisa ser grande para fazer um bom trabalho. O ideal, nesse caso, é que ela seja qualificada e capaz. 2. Prepare as ferramentas Existe uma infinidade de ferramentas disponíveis para utilização no marketing online. Faça uma seleção e utilize-as com consciência. 3. Elabore um calendário de conteúdo Um calendário editorial permite que você planeje e programe tudo que irá ao ar em seus canais digitais. Isso evita problemas e permite que tudo seja automatizado, reduzindo os riscos e otimizando os resultados. 4. Produza os conteúdos A seguir, é hora de produzir os conteúdos. Artigos, blog posts, publicações em redes sociais, vídeos e outros tipos de material são bem-vindos. 5. Divulgue o conteúdo A divulgação do conteúdo pode ser realizada por múltiplos canais. Explore-os e encontre os preferidos da sua audiência. 6. Crie uma lista de contatos As listas de contatos auxiliam na hora de enviar mensagens massivas. Estimule a inscrição das pessoas para aumentar o seu potencial. 7. Engajamento com sua audiência Não se esqueça de estimular as interações com os eleitores. Acredite, elas valem muito para manter uma boa imagem. 8. Monitore os resultados Se há uma forma de melhorar a sua estratégia, é identificando o que não funciona bem. Por isso, conte com métricas e ferramentas para monitorar os resultados de suas ações de marketing. 3 Exemplos de uso do marketing político Agora, vamos conhecer alguns exemplos reais de utilização do marketing político. Barack Obama O ex-presidente americano Barack Obama foi um dos primeiros a utilizar o poder do marketing digital para a eleição. Sua primeira ação consistiu em criar um Town Hall no Twitter, no qual utilizou a hashtag AskObama para responder às perguntas da população. Bernie Sanders Senador norte-americano, que chegou a se lançar candidato nas eleições presidenciais do país, Bernie Sanders vem conquistando uma legião de seguidores pela internet. Sem dinheiro ou apoio para grandes campanhas, ele galgou a passos largos para conquistar um bom posicionamento na web, focando sempre na produção de conteúdo. Donald Trump O atual presidente dos Estados Unidos, Donald Trump, é um exemplo de utilização de Big Data. Por meio de campanhas de segmentação, conseguiu ser eleito em uma das maiores campanhas digitais de todos os tempos. Conclusão Uma boa estratégia de marketing político reúne as principais ações de cada plataforma para lançar uma ideia, programa ou mesmo um candidato. Neste texto, você conheceu o conceito mais a fundo e também viu os passos para elaborar um plano e alcançar seus objetivos. Agora, é só colocar em prática o que aprendeu, definindo ações com sabedoria e monitorando os resultados. Aproveite para compartilhar as suas opiniões e mesmo as experiências que tem na área. Como você vem fazendo marketing político hoje? Você quer resultados imediatos? Minha agência pode fazer todo o trabalho pra você. Somos especialistas em SEO - Colocamos seu site no topo das pesquisas do Google Mídia Paga - Fazemos seu negócio alcançar quem importa no momento certo Data & Conversion Intelligence - Desbloqueamos as conversões do seu site e criamos dashboards para melhores análises Fale com um especialista Berikut sekelumit tentang “kekuatan” Information and Communication Technology ICT terhadap sebuah kekuatan politik, khususnya tentang kampanye. Bisa jadi, hal ini bukan sesuatu yang baru. Pasalnya, pada pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 1944 saja, Franklin D Roosevelt telah menggunakan teknologi yang cangih pada jamannya, yakni Radio, sebagai sarana untuk mensukseskan pemilihannya. Di Indonesia saat ini berbagai inovasi dalam berkampanye sudah dilakukan. Berbagai strategi kampanye yang ada di luar negeri dicoba diterjemahkan dan diimplementasikan di Indonesia. Sayangnya, banyak pihak belum menggabungkan dan membangun sejumlah perangkat kampanye menjadi satu kesatuan. Melakukan sinergi antara item dan strategi kampanye modern dan tradisional sehingga terbentuk sistem yang cantik dan cerdas. Apa yang terjadi sekarang ini justru “perang” item kampanye konvensional. Seperti kaos, spanduk, baliho, stiker, dan lain-lain. Tidak hanya itu, kekuatan/konflik fisik pun mewarnai dan mencoreng nilai kampanye. Sesuatu yang sangat tidak diharapkan. Jumlah daftar pemilih bagi kandidat bupati/walikota/gubenur tentu merupakan data yang sangat penting. Dari data inilah nantinya bisa dijadikan informasi. Dan dari informasi yang ada akan dibuat sebuah pemetaan. Yakni peta untuk mengetahui yang menjadi kekuatan/pendukungnya yang kontra yang abstain yang mengambang yang ragu Dan lain-lain. Pemanfaatan ICT, seperti SMS, Call Centre, Radio daerah dan Situs merupakan langkah awal untuk bisa menjaring loyalis, mengenalkan sang kandidat sekaligus melakukan pemetaan awal. Untuk SMS, khususnya di daerah yang penetrasi ponselnya sudah relatif tinggi, dengan melakukan “pancingan” berupa Kuis SMS dengan tema yang mengarah pada sang kandidat, tanpa melakukan black campaign yang berhadiah menarik, tentu data yang masuk menjadi point tersendiri bagi sang kandidat. Data inilah yang harus diolah menjadi informasi yang bisa merebut hati dan pikiran calon pemilih. Ini pula peluang/kesempatan sang kandidat untuk bisa menjadikan pertemuan maya menjadi pertemuan nyata. Bagi kandidat, penerapan ICT dalam masa pra kampanye dan saat kampanye, bahkan saat perhitungan suara yang dilakukan oleh tim sukses dan loyalis untuk menjaga akuntabilitas KPUD tentu merupakan point plus tersendiri. Dibukanya kran kritik, akan memberikan image terhadap kandidat bahwa dirinya siap dikritik dan siap mendengarkan. Sementara masukan/data masyarakat berupa kritik dan lainnya dapat dijadikan masukan untuk meningkatkan kualitas kampanye. Memang benar, penetrasi ponsel tidaklah besar dibandingkan jumlah pemilih, Namun efek domino terhadap lingkungan sekitar inilah yang diharapkan mampu mendongkrak popularitasnya dan pada akhirnya memilih dirinya. Lagi-lagi ini adalah cara jitu menangkap basah “pasar” potensial dalam melakukan pemetaan. Sehingga bisa diketahui mana yang harus konsentrasi kampanyenya lebih besar, mana yang tidak. Namun saat ini di era teknologi yang semakin canggih, pemanfaatan radio ataupun sms sudah tidak begitu tepat, meskipun dalam beberapa porsi tetap dilakukan. Sekarang adalah jamannya digital marketing, pembentukan sebuah citra atau branding melalui dunia maya. Yaitu melalui social media dan website. Jika seorang calon tidak memanfaatkan digital marketing atau digital personal branding di era sekaran, bisa dipastikan akan tertinggal dengan saingannya. KOMUNIKASI MASSA. Memposisikan media sebagai sebuah kekuatan vital, sebagaimana tergambar dalam hypodermic theory. Dengan anggapan bahwasannya massa itu bodoh, pasif dan bisa dimanipulasi, iklan gencar-gencaran di pasang sebagaimana pamplet, spanduk dan baligo di pasang dimana-mana. Tetapi apapun praktek komunikasi massa yang dilakukan, figure yang tampil tetap menjadi bahan perhatian yang tidak akan pernah terlupakan. Karena elemen komunikasi massa tidak hanya media penyampaian informasi dan khalayak saja, tetapi juga figure alias komunikator sebagai aktor utama. Hal terakhir inilah yang mesti dicek kembali kelayakannya untuk dijadikan pilihan oleh masyarakat banyak. STRATEGI TWO STEP COMMUNICATION Pada jurusan lain strategi two step communication pun dilaksanakan baik dengan cara manipulatif maupun proses negosiasi politik yang elegant. secara manipulatif masing-masing calon memanfaatkan posisinya sebagai pimpinan beberapa perkumpulan. Bahkan membuat komunitas butan dan menyatakan sebagai pendukungnya. Sehingga tidak aneh bila masa pilkada ini banyak organisasi yang tiba-tiba muncul dan menyatakan dukungan.

4 elemen marketing politik